SEMBAH JAGAD AGENG / HUKUM ALAM

 

Sembah Jagat Ageng (Hukum Alam)

 

Setelah bayi lahir dengan nama baru yang tak lain adalah diri kita sendiri, maka cara merawatnya cukup menyebut namanya atau memanggil namanya setiap hari. Ini efektif jika pemberian nama sesuai angger2 / patokan di atas.

Kenapa bisa demikian? Karena dalam hidup, makhluk tunduk kepada Sembah Jagat Ageng/ hukum alam.  Seperti, Hukum Sembrani (Hukum Tarik menarik). Prinsip hukum Sembrani berbunyi daya / energi yang serupa akan menarik energi yg serupa

 


Pertanyaan ke dua, Bagaimana menimbulkan energi?

Jawab:

Ucapkan kata-kata yang bermakna. Dalam hal ini adalah nama baru bagi diri kita yg penuh makna seperti yang kita dambakan.

Contoh:  

Gagak Seta, engkau benar-benar kaya.

Sri Rejeki, engkau benar-benar kaya.

Melati, engkau benar-benar harum, mengharumkan negeri.

Panglima Kumbang, engkau benar-benar alim, Arif & bijaksana penuh wibawa dst..

 

Ucapkan setiap hari tanpa batas. Pikiran dan kata-kata adalah getaran energi. Kata-kata  yang diucapkan berulang kali menciptakan frekuensi energi. Frequensi energi itu  akan menarik situasi, orang, dan peluang yang sesuai tentunya.

 

Fokus dan Vibrasi: Mengucapkan kata-kata secara tak terbatas (repetisi tinggi) akan memunculkan fokus emosional pada satu tujuan tertentu, sehingga getaran diri seseorang selaras dengan keinginan tersebut.

 

Pengkondisian Pikiran Bawah Sadar

Repetisi (Pengulangan):

Ketika kata-kata bermakna,  diucapkan berulang-ulang, pikiran sadar mulai memprosesnya dan meneruskannya ke pikiran bawah sadar.

 

Pikiran bawah sadar tidak membedakan antara imajinasi dan kenyataan. Jika suatu kata diucapkan secara konsisten, bawah sadar akan menerimanya sebagai "kebenaran," yang akan mengubah mindset dan perilaku seseorang untuk mewujudkan apa yang diucapkan.

 

Reticular Activating System (RAS) di Otak

Filter Informasi:

Otak memiliki sistem filter bernama RAS. Saat seseorang fokus pada kata-kata bermakna atau tujuan tertentu melalui pengulangan kata2, RAS mulai memprioritaskan informasi tersebut.

Otak akan lebih peka melihat peluang, ide, atau solusi yang sebelumnya tidak terlihat, sehingga seseorang bertindak nyata untuk mewujudkan tujuannya.

 

Konsep Metafisika/Kuantum (Observasi)

Pengamat Membentuk Realitas:

Dalam interpretasi populer mekanika kuantum, kesadaran dan pengamatan (termasuk kata-kata bermakna/niat) dapat mempengaruhi hasil dari suatu peristiwa.

 

Realitas sebagai Energi:

Segala sesuatu pada tingkat fundamental adalah energi. Kata-kata yang kuat dapat memengaruhi struktur energi tersebut untuk membentuk realitas fisik.

 

Tindakan Nyata di alam nyata

Kata-kata bermakna, yang terus diucapkan mempengaruhi keyakinan.

Keyakinan memengaruhi tindakan.

Tindakan nyata menciptakan kenyataan.

 

Tindakan bathin di alam bathin

Kata-kata bermakna, yang terus diucapkan mempengaruhi keyakinan.

Keyakinan memengaruhi gerakan bathin.

Gerakan bathin menciptakan kenyataan .

Catatan:

Syarat utama kata kata

1. Kata kata yang diucapkan adalah kata-kata yang bermakna

 > Jika Kata kata yang diucapkan adalah kata-kata yang tidak bermakna/ kata kata kosong, hasilnya akan kosong walaupun penuh arti contoh: mengucapkan jutaan kali kata2 Kaya, tetapi di otaknya/ di pikirannya adalah kosong, MK hasilnya dialam nyata adalah kosong. Sebaliknya,  mengucapkan kata simbolik tetapi penuh makna di pikiran & perasaan, MK akan terwujud di alam nyata. Misal menyebut kata A berulangkali tanpa batas, tetapi di otaknya & perasaannya bermakna kaya raya, MK di kenyataan akan menjadi kaya. Itulah sebabnya dalam memberikan nama diri terhadap bayi yg lahir dari diri kita sendiri harus bermakna sesuai cita2 dan harapan yg diidam-idamkan.

Mumpung ingat:

Dalam ritual jangkungan, kita menggunakan Kuluban/ Sayuran. Jgn dibikin bodoh2an. Kulub dlm ritual kita tidak berarti qulub/ Qolbu BHS Arab. 

Kuluban/ sayuran dlm ritual jangkungan kita berarti Hutan. Hutan adalah salah satu  Wiwara Bumi, gerbang keluar masuknya energi ke bumi maupun dari bumi.

Itulah sebabnya dalam ritual Jangkungan ada yg memimpin. Memimpin ritual jangkungan tidak sama dengan ngimami tahlilan. Pastinya semua umbo Rampe ritual jangkungan adalah terhubung dengan seluruh Wiwara Bumi. Dan hanya para pemimpin ritual lah yg bisa terhubung dengan Wiwara bumi.

Ritual seperti ini pertama2 dilakukan oleh Kanjeng Sunan Bonang. Beliau adalah Pemimpin Pertama Ritual Jangkungan. Tentu saat ini telah mengalami bnyk perubahan terutama pada era gbp zaman Now, banyak yg diubah utk menyesuaikan kondisi zaman.

Pemimpin Ritual Jangkungan disebut Cakrawati & bukan Imam Tahlil. Itulah sebabnya Kanjeng Sunan Bonang bergelar Hanyokrowati, artinya Pemimpin Tertinggi Ritual Jangkungan.

Jangan lagi disalah artikan bhw beliau itu membujang. Beliau punya anak istri. Semua Walisongo memenuhi kriteria syarat keguruan dlm tradisi Jawa. Artinya Guru itu wajib punya Istri & Anak. Kalu gak punya anak istri, MK nilai kesempurnaan energinya tidak maksimal, akibatnya Sang Murid wajib mentaskihkan keilmuannya kpd guru lain dari deret keguruannya, kecuali Sang Murid masih mengalami masa Hidup Eyang gurunya.

Contoh: Gbp berguru ke Mbah Umar & beliau tidak punya anak istri. Tetapi Gbp masih mengalami zaman Eyang Guru Abu Ngetos. Beliau Wafat kira kira gbp kelas 5 SD. Maka gbp tak perlu lagi taskih ke guru lain dalam deret keilmuan Mbah Umar.

Gbp sendiri Belajar dari Mbah Umar sejak kelas 2 SD dg Ilmu perdana adalah Ilmu Balasrewu. Itu ilmu pertama yg gbp dptkan dari Guru.

Bumi tanpa Wiwara, mati. Manusia tanpa Wiwara mati. Kuluban wajib ada sbg mediator penghubung ke Wiwara Bumi yang akan kita akses energinya untuk memperbaiki kehidupan kita, kemakmuran, dan harmoni antara kita, sesama manusia dan alam.

Dan sama sekali tak ada hubungannya dg quluban dlm arti arab.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SEMBAH JAGAD AGENG / HUKUM ALAM"