Lorrr sdkt kisah.... S-2
ku adalah MM Ekonomi jurusan SDM. Sedangkan S1 ku jurusan Agama. Jiach.... Gak nyambung blass lorrr.... Betapa susahnya saya... Betapa sulitnya saya.... Ibarat dari
SMA langsung S-2. Seharusnya S-1 Ekonomi dulu baru S-2 Ekonomi.
Tapi
pelan-pelan saya berjuang, tentu ekstra keras karena
harus mengejar ketinggalan... Bayangkan,
ilmu 4 tahun harus saya kejar pada tahun pertama saat S-2. Mergo gak gathuk blasss...
Lha,
anda semua juga sama.... Aku merasakan betapa anda semua terasa berat sekali... Dari
kelas taman kanak-kanak yang asalnya anya bisa membaca, asal baca aurad sekian kali, tanpa
babibu terus naik ke tingkat manah, tingkatan para wali. Sehingga seolah-al ilmu baru ini tabrakan dengan
ilmu lama. Seolah-olah ISJ
(Ilmu Sosro Jalmo) memotong unen-unen atau rapal merapal mantera... Padahal tidak demikian...
Memang banyak
hal yang di lewati... Seharusnya tingkat sopana dulu...
Mengenal batang dan pintunya energi... Tapi anda semua tidak jumprit di pintu itu, tapi dipaksa secara langsung untuk mencebur masuk ke Bintang-bintang, apa nggak klagepan? Yaaa jelas klagepan...
Harusnya
level Sopana-2 dulu, disana orang diajari membuat mantra sendiri dan mantra itukan juga unen-unen / tetembungan. Tapi
anda tidak diajari hal itu, sehingga
terkesan SJ seolah-olah memutus Aurad lama anda.
Tapi nggakpapa. Toh ntar juga bakalan gathuk dengan sendirinya, karena yang
ngajari juga Sang empunya SJ sendiri dan bukan mujiz karbitan.... Gitu
nggeh loorrr....
Jadi dulor-dulur semuanya yang telaten dan tabah nggeh.... Semoga keterangan ini membuat anda semua semakin paham tentang
Ilmu Sosro Jalmo. Oke... Semoga bermanfaat
Lorrr ini info saya
sampaikan ke Group Sopana... Sekedar agar tahu saja...
Bagi santri yang telah sampai pada level Sopana dua dan hendak melanjutkan
ke Ilmu Sosro Jalmo, mulai sekarang hendaknya melatih diri mempersiapkan
nafasnya.
1.
Tiuplah Lilin dari jarak 2 Meter hingga padam
2. Sekali sesi latihan hendaknya mencapai
66x padam. Kenpa pakai lilin? Karena di kota sudah jarang ditemukan pepohonan yan tumbuh disekitar perumahan.
3. Namun jika
disekeliling anda ada tanaman berdaun, arahkan saja tiupan Dzikir Nafas Sopana 1 ke Daun tersebut dengan radius 2 Meter.
4. Dengan tujuan agar dapat mempercpt terjadinya cipta. Untuk hajat apapun baik hajat
kecil maupun hajat besar dan bahkan untuk hajat yang menurut otak tidak mungkin
dicapai, tetapi dengan model olah nafas ini maka semua hajat itu akan mampu terwujudkan.
Tujuan
utama Latihan nafas ini kita belokkan arahnya untuk
terwujudnya Hajat. Syaratnya:
1.
Terjadinya bunyi saat membaca bacaan surat al-fatihah
2.
Terlampauinya
66 Detak Jantung yakni 66 detik
3.
Terpenenuhinya dalam 1 hembusan nafas.
Maka
untuk terwujudnya hajat kita
1. Kita tidak perlu harus sakit dan menderita, dimana detak jantung sangat cepat hingga melampaui 66 detak jantung hanya dengan
nafas normal.
2.
Tidak
perlu kepepet seperti saat perang / tsunami, sehingga detak jantung 66 kali saking cepatnya
setara dengan satu nafas kita.
Jadi,
karena kita dalam kondisi normal, maka paru-paru kita perlu dilatih agar satu auman nafas anda bisa memanjang selama minimal 66 detak Jantung atau serata dengan 66 detik.
Pelari Dunia itu dalam
1 menit tercapai 40 s.d 60 detak jantung. Ini acuan kita. Jadi
kita harus bisa mengeluarkan bunyi nafas selama 90 detik. Butuh wktu 6 bulan untuk melatihnya.
Saya contohkan rekaman saya nggeh, ini saya rekam pas batuk kemarin kira-kira
berdurasi 50-60 detik dalam satu auman nafas. Selamat berlatih

0 Response to "BELAJAR ILMU SOSORO JALMO DADAKAN"
Post a Comment