Untuk puasa sunnah, ada 2 macam : Yang pertama, Puasa Sunat sesuai
juklak baku ajaran kita. Yakni sesuai syatiat agama Islam. Untuk
di luar bulan
Ramadhan,
maka puasa terbaik adalah Puasa Dawud sebagaimana Dawuh Kanjeng Nabi, yaitu puasa setiap dua hari sekali. Atau puasa setiap hari Senin dan Kamis.
Yang kedua adalah Puasa Hajat (sunat mutlak). Pada Perguruan
kita, cara pelaksanaanya bebas namun penutupannya pasti pada hari kamis dan
boleh dilanjutkan pati geni pada malam jumatnya dengan cara tidak tidur semalaman
hingga terbitnya matahari.
Jadi, mau puasa berapa hari bebas di hitung
sendiri, yang penting finalnya adalah Hari Kamis malam
Jumat.
Usahakan saat puasa harus keluar uang agar berbuah uang. Untuk
apa to? Biar kelak hidup nggak susah-susah amat dalam hal materi. Puasa 40 hari tanpa keluar uang dengan puasa 3 hari saja yang
keluar uang, maka nanti hasilnya yang keluar uang akan panen uang lebih cepat. Dan yang
tidak keluar uang, walau tiap hari puasa, juga
tidak akan panen duit, tapi panen anugerah yang
lain. Oke...
Contoh pertama, saat berdoa kepada
Allah :
"Ya Allah
ampuni dosa-dosa hamba, Bimbinglah
hamba ke jalan yang lurus yang Engkau Ridhaoi. Lindungi hamba dari segala ancaman dan bahaya-bahaya yang akan menimpa kami, Kabulkan permohonan hamba.
Contoh kedua, niat berpuasa dengan
mengeluarkan uang : “Ya Allah hamba akan puasa untuk-Mu
dan bukan untuk siapapun. Kuatkanlah hamba-Mu ini ya Allah. Ya Allah,
hamba ada uang 10 ribu yang sengaja hamba persiapkan untuk
puasaku nanti dan uang ini cukup
untuk membeli 4 butir telor. Aku akan Sajikan puasa hamba ini
sepenuhnya untuk-Mu Ya Allah.
Dan niat puasanya adalah : “Ya Allah, Kabulkan permohonan hamba. Hanya kepada-Mu lah hamba menyembah Dan Hanya kepada-Mu
lah hamba mohon pertolongan"
Anda harus khusuk saat berdoa seperti di atas. Itu adalah doa kunci dari Wihdatul Alam (WA). Kemudian Pejamkan mata 3x dan
ucapkan doa diatas di dalam hari Manah anda (hari Yassamkar).
Setelah selesai berdoa, langsung lanjutkan dengan niat. "YA Allah, Saya
niatkan berpuasa 3 hari mulai besuk, aku sajikan hanya untuk-Mu Ya Allah.
Dengan harapan agar tahun depan hamba bisa kawen lagi....bisa beli mobil
lagi.... bisa bikin anak lagi... Di isi bebas sesuai kebutuhan anda.
Mulailah puasa pada keesokan harinya hingga tuntas, kemudian pada malam Jumatnya (tergantung
anda), mau pake pati geni apa tidak? Jika
tidak pakai pati geni, maka ba’da Ashar, telor tadi direbus dan tunggu hjingga matang.
Selanjutnya seusai berbuka puasa berdoalah dan 4 telor dalam posisi di dpn
anda, telor-telur itu akan menyaksikan doa anda dan akan bekerja untuk
keterwujudan dari hajat anda.
Lalu silahkan datangi anak-anak yatim piatu atau bawa saja ke Masjid, dan
kasihkan pada mereka yang ada di sana. Katakan, ini ada telor matang, langsung
dimakan aja, dari pada besok basi.
Jika pakai Pati Geni, Maka setelah shubuh pada paginya hari Jum’at rebus telor tadi. Begitu matahari sudah terbit, berdoalah kepada Allah dan posisi telor berada didepan anda sepert di atas, dan kasihkan pada anak-anak yatim atau siapapun. Pastikan telor itu di makan oleh mereka. (kalau saya pribadi, tak tungguin mereka
rame-rame makan telor, sekedar memastikan telor itu telah
dimakan) Baru setelah itu kita bisa istirahat dan tidur.
Tentunya
untuk versi pati geni ini harus dipilih waktu pas libur kerja. Karena
tidur adalah bagian dari ritual final. Jadi habis puasa pati geni wajib hukum nya untuk
tidur.
Demikian
nggeh lorrr

0 Response to "TATA CARA PUASA SUNAH / PUASA RITUAL PATI GENI"
Post a Comment