MELATIH DIRI UNTUK SELALU BERSABAR MELALUI ALAM

MELATIH DIRI MENJADI PENYABAR
Setiap hari kita (santri-santri Yasamkar) selalu diingatkan oleh Kalender Yasamkariyan dengan melantunkan Asma’-Asma’ Allah Al-Husna. Kita tahu bhawa dalam Kalender Yasamkariyan terdapat 6 hari yang mana nama-nama harinya diambil dari penghuni alam semesta bukan untuk di dewakan, tetapi untuk diambil pelajarannya yang baik-baik saja.

Contoh, salah satu nama hari Kalender Yasamkariyan adalah hari Samudera yang artinya segoro/lautan. Pada hari itu kita dituntut untuk belajar nyegoro / berlaku layaknya lautan dan tirakat yang diambil adalah melantunkan kalimat Thayyibah Asma’ Al-Husna.
Seharian kita berlatih untuk jembar dadane (luas dadanya). Dan selama 60 hari, sedikitnya sudah 10 kali kita latihan untuk menjadi orang yang jembar dadane seperti luasnya samudera, bukan hanya sekedar seperti cangkir atau mangkuk saja.
Jika dada kita hanya selebar dan sedalam mangkuk atau cangkir saja, ya kena gula sesendok saja sudah merasa manis, mudah puas terhadap apa saja yang kita kerjakan. Baru terkena garam sesendok saja sudah asin. Baru terkena pahit setetes saja langsung terasa pahitnya. Maka, jika dada kita hanya sekedar itu saja, maka kiat akan cepat tua, hidup selalu sengsara, hidup serasa tak berguna, hidup seolah sia-sia.

Beda lagi jika dada kita seluas samudera. Jangankan di protes dan dihina orang lain, seluruh orang sedunia ini melecehkan dan menghina kita, maka tidak akan membawa efek apa-apa bagi kita. Kita semua kudu belajar, sehingga hidup lebih bahagia. Sebab, yang membuat kita merasa bahagia adalah kita sendiri. Bahagia tidak datang dari orang lain atau dari mana pun. 
Contoh Penanggalan Yasamkariyan hari ini :
Kalender Yasamkariyan : Jumeneng Temen. Surya, 67 kawignyan 1 Y.
بِسۡمِ اللّٰهِ يَسَمۡكَرۡ. صَلِّ عَلٰى مُحَمَّدۡ
Bismillaahi Yasamkar, Sholli 'Alaa Muhammad
(Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Segala galanya. Semoga rahmat tetap tercurahkan kepada Muhammad Saw)
(3/7/100/1000X)
Yaa Ahad
(Yang Maha Esa)
21X tanpa bernafas
(Dibaca Saat Menjelang  Berangkat Kerja dan Menjelang tidur)
Senin, 4 Juni 2018  Gbp.
  Seharian, kita belajar untuk jumeneng (mentapkan diri) sebagai Surya, yang selalu menyinari kehidupan, menerangi seluruh alam, tidak peduli mereka yang mendapatkan terang dari kita itu mengucapkan syukur / terimakasih atau tidak. Matahari selalu bersinar dan menyinari bumi, tak peduli bumi berterima kasih atau tidak.
Pada saat kita sambil melantunkan Basmalah Yasamkar + Asmaul Husna, hati sambil menata diri untuk jumeneng Surya selama sehari penuh. Maka akan berefek pada seluruh tindakan kita. Sosro Jalmo akan bekerja sebagai sang Surya, sebagai celah untuk memakmurkan dirinya. Karena kanjeng Nabi pernah bersabda, “Tak usah resah saat dikatai orang, asal kita tetap berbuat baik kepada siapapun, itu sesungguhnya adalah untuk diri dirinya sendiri dan bukan untuk orang lain”.
Dengan jumeneng Suryo, tubuh kita tergerak untuk membuat terang (menerangi) sisi yang gelap-gelap. Efek pada diri, akhirnya kita juga bisa membaca celah dan peluang kehidupan untuk maju dan peluang untuk menjadi lebih baik.  Ini adalah Pengejawantahan dari praktik Kalender Yasamkarian pas Hari Surya....
Kita dilatih terus sepanjang usia kita, Sampai kita mati nanti. Maka pastikan akan lebih membawa hasil yang baik dari pada yang tidak pernah latihan sama sekali. Misi saya sendiri dalam perguruan dan pesantren adalah tidak mencetak orang menjadi nomor wahid, tetapi mencetak orang menjadi orang-orang yang terlatih.
Jika kita tidak pernah latihan, walaupun usia kita sampai 100 tahun pun akan tetap dan tidak berbeda dengan usia belasan tahun yang. Hidup benar-benar tak bermakna, bisa disebut sebagai Penggembira hidup saja. Jika hidup kita hanya sekedar nunut dan pasrah saja, itu bukanlah Tipikal Khalifah Fil Ardhi sesuai Pedoman hidup yang sudah digariskan oleh Sang Kuasa dalam Serat Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (Al-Qur’an)

JUMENENGAN TEMEN
Kartika,  66 Kawignyan 1 Y

Ahad Wage, 3 Juni 2018 M / 18 Ramadhan 1439 H.
YAA WAAHIDU (Yang Maha Tunggal)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MELATIH DIRI UNTUK SELALU BERSABAR MELALUI ALAM"