TUJUH BUNGA IBLIS YANG HARUS DISINGKIRKAN SAAT BERPUASA
Pastinya hanya satu amalan ritual yang seluruh makhluk tidak tahu bahkan Malakat Jibril-pun buta dari ritual ini. Yakni puasa. Puasa adalah full hak prerogratif Allah untuk menerima dan menolaknya. Yang bisa kita lakukan hanyalah berpuasa sebaik mungkin. Karena puasa ini adalah ritual khusus, maka Langkah-langkah puasa harus dimulai dari latihan yang ringan-ringan dulu Latihan dalam bahasa Arab adalah Riyadhoh.
Belajar menata hati. Setiap hari kita harus berlatih memangkas sedikitnya 7 bunga iblis yaitu (1) Marah, (2) tidak ceria, (3) sedih, (4) khawatir, (5) Cemas, (6) takut, dan (7) terguncang.
Dengan cara menjalani laku Jumeneng Samkarya Macan Sabantala (Yasamkar) yang meliputi 6 unsur alam yaitu (1) Samudera (lautan), (2) Kartika (Bintang), (3) Surya (Matahari), (4) Maruta (angin) (5) Candra (rembulan) / Angkasa (Langit), dan (6) Bantala (Bumi). Yang dalam praktiknya diatur dalam Kalender Yasamkarian.
Atau dengan metodologi para sufi, yaitu : Mulai dari tingkat (1) Sabar, (2) Zuhud, (3) Qonaah, (4) Makrifat dan (5) Mahabbah Billah. Jadi, langkah pertama adalah merawat Produk asal kita. Ini dilakukan setiap hari.
Ibarat kita mau Shalat, maka langkah pertama adalah Wudhu. Sebab shalat tanpa wudhu, maka sholatnya tidak akan sah. Kemudian baru menginjak ke tangga kedua yakni menata lahir kita. Yaitu, belajar menahan, serta harus kita lapar dan haus selama berpuasa.
Ibarat shalat, maka tidak makan dan tidak minum, itu sebagai gerakan jurus sholat. Jadi, sholatnya tidak hanya sekedar dalam hati saja, akan tetapi juga dengan praktek jurus sholat juga. Jangan sampai terbalik, semua itu harus dari dalam terlebih dahulu, baru luarnya.
Ingin jadi orang kaya itu yang dipersiapkan adalah mental kaya dulu. Di beri uang sebanyak mungkin jika mental kayanya tidak terbentuk, ya tetap saja hidup melarat. Billgates, Pemilik Google itu, jika sekarang dia hidup dalam pembuangan dan berbaur dengan orang-orang di pelosok dunia tanpa harta pun, maka nggak pake lama, dia bakalan kaya lagi. Kenapa? Prasyarat mental kaya sudah dipenuhi. Pada saat yang sama misalnya, ada orang bermental miskin di kasih duit umbyukan, tetap saja endingnya jadi miskin. Jadi, semua bangunan pertama yang harus ditegakkan adalah mental dan zona dalam diri seseorang.
Karena inilah puasa adalah mutlak ditangan Sang Kuasa. Ia adalah pajak untuk Gusti Allah, jadi semuanya yang berkaitan dengan puasa itu full mutlak ada di Tangan Dia.
Pada materi terdahulu telah saya singgungkan tentang dahsyatnya puasa. Secara batin, antara lain sisi effek dari puasa adalah menentramkan dan secara lahiriyah sisi effeknya adalah tubuh kita jadi sehat, keuangan pun jadi sehat, urusan-urusan lahiriyah pun ikut menjadi sehat.
Lihat orang-orang Chines-chines yang datang kemari 50 tahun yang lalu. Mereka semua jago dalam berpuasa dan jago dalam tirakat melipat ususnya. Dan kini mereka mulai menikmati hasil tirakatnya. Tidak hanya mereka saja, anak-anak dan cucu mereka pun jadi ikut menikmatinya. dan mereka yang tetep jatuh pada akhirnya mengaku kalau masa muda mereka tidak kuat melipat ususnya.
Sebenarnya, disini kita hanya mengulang materi kuno saja. Maka WR. Supratman pun dalam menyusun lirik lagu kebangsaan kita juga urut dan runtut serta tidak terbalik "Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya," Ini kurikulum kuno. Kurikulum yang sudah tua dan sudah ada sejak manusia diciptakan dan telah teruji dengan joss hingga sampai detik ini.
Makanya, hidup kok terasa sulit, rejeki seret, lipatlah ususmu. Lipat usus anda dengan cara berpuasa. Maka keajaiban akan tiba. Tenaga adikodrati dari Allah akan segera datang. Karena urusan puasa adalah Full di Tangan Dia Sang Kuasa.
JUMENENGAN TEMEN
Surya, 67 Kawignyan 1 Y
Senin Kliwon, 4 Juni 2018 M / 19 Ramadhan 1439 H.
YAA AHAD (Yang Maha Esa)

0 Response to "TUJUH BUNGA IBLIS YANG WAJIB DIPANGKAS SETIAP HARINYA"
Post a Comment