URUTAN WIRID WIHDATUL ALAM

RANTAMAN URUTAN WIRID WIHDATUL ALAM

Dimulai dengan “manah”. Manah artinya mengerahkan seuluruh kekuatan lahir batin yang berupa cipta, karya dan karsa dan satu titik tujuan (konsentrasi). Manah, mengandung beberapa unsur, yaitu :

1.    Patraping lakon, yaitu menata batin yang harus dipenuhi ketika dalam keadaan Ening (mengheningkan cipta)
2.       Tekane lakon, yaitu tongkat (pegangan) yang dijadikan sebagai petunjuk untuk bisa manah yang akan membimbing kita kepada kahanan (keadaan) manah yang kita inginkan atau membayangkan diri kita sedang menciptakan imajinasi tertentu.
Kedua hak ini harus diperhatkan, karena manah yang ada di Istighfar berbeda dengan  manah yang ada di sholawat, demikian juga manah Sholawat berbeda dengan manah tahlil, manah tahlik berbeda dengan manah hauqolah, manah hauqolah berbeda dengan manah hamdalah dan seterusnya. Intinya, semua jenis konsentrasi dalam menata manah harus sesuai suluknya, karena dari sekian suluk / lelakon yang kita kerjakan pastinya memiliki aura yang berbeda-beda.

Contoh, Syekh Jangkung mampu berjalan diatas air, kanjeng Sunan Kali jaga bisa melipat bumi, hal ini bisa terjadi kapan saja, dan tanpa menggunakan manah, hal ini mustahil untuk dijalankan.
Orang zaman dahulu ketika mengucapkan kalimat Bismillah pating slengkrah (tidak sesuai makhrajnya) yang keluar bukan lafal Bismillah tapi malah Smelah. tapi anehnya, mereka bisa menggunakan daya basmalah tersebut, karena mereka bisa menata manah atau mahir dalam memainkan perasaan hatinya.
Nahhhh... anak-anak TK zaman sekarang sudah fasih dalam  membaca kalimat Bismillah, tapi tida membawa manfaat apa-apa bagi dirinya.

1.        Syahadatain
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهْ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهْ 3×
2.        Talbiyah
لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّــيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْـمُلْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ 3×
3.        Istighfar
أَسْتَغْفْرُ اللهَ الْعَظِيْم 10×
4.        Sholawat Nabi
صَلَّى اللهْ عَلَى مُحَمَّدْ 10×
5.        Laa ilaahaillalloh
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهْ 10×
6.        Hauqolah
لَاحَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهْ 10×
7.        Hamdalah
اَلْحَمْدُ للهِ 10×
8.        Doa
الدُّعَاءُ بِمَاشِئْتَ :

Untuk lebih memudahkan dalam menghafal urut-urutan wirid diatas, ada suluk yang dapat dijadikana referensi.

Suluk Syahadaiatain
Syahadatain, lan talbiyah ongko siji.
Kaping pindho, Astaghfirullohal ‘adhim.
Sholalloh ‘ala Muhammad, ongko kaping telu.
Kaping pate tahlilan, Laa ilaaha illalloh.

Lajeng maos Hauqolah, minongko wirid kang limo.
Dipun pungkasi Hamdalah, banjur ndungo kang sampurno.


Jum'at Kliwon, 25 Mei 2018 M. / 9 Ramadhan 1439 H. 
Angkasa, 57 Kawignyan 1 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "URUTAN WIRID WIHDATUL ALAM"